sumber : https://www.youtube.com/watch?v=zKMp4wCdknw
SINOPSIS
Raden Mas Said, putra sulung Tumenggung Wilarikta di bawah Kerajaan
Majapahit yang berkuasa di wilayah Tuban, melihat sekeluarga miskin yang
menderita busung lapar. Ia merasa sangat prihatin dan hati nuraninya
tergugah untuk menolong. Kemudian ia mencoba secara diam- diam mengambil
makanan dari lumbung orang tuanya. Perbuatan itu tidak disetujui orang
tuanya, bahkan ia dihukum sekap di gudang makanan itu. Sejak kejadian
itu, RM Said yang tumbuh dewasa tidak betah tinggal di rumah. Ia
berkelana dari daerah satu ke daerah lainnya. Dari sanalah ia tahu
betapa banyak penyelewengan dan kesewenang-wenangan para lurah yang
munafik. Mereka selalu mengkambing- hitamkan Tumenggung untuk menutupi
kejahatannya. Atas laporan RM Said, ayahnya kemudian sadar. Tetapi
kemudian ia dianggap sebagai sumber fitnah. Dalam kelananya, kemudian ia
bertemu dengan Sunan Bonang yang banyak mencurahkan ilmunya kepada RM
Said. Ia pun kemudian melakukan tapa di pinggir kali. Berkat
ketabahannya menghadapi berbagai cobaan, RM Said mendapatkan "Nur"
(kekuatan) dari Ilahi. Kemudian ia diangkat menjadi Wali yang terkenal
dalam deretan nama Sembilan Wali (Wali Sanga) dengan nama Sunan
Kalijaga.